Kamis, 19 November 2015

KOPERASI MEWUJUDKAN KEBERSAMAAN DAN KESEJAHTERAAN

Membangun sistem Perekonomian Pasar yang berkeadilan sosial tidaklah cukup dengan sepenuhnya menyerahkan kepada pasar. Namun juga sangatlah tidak bijak apabila menggantungkan upaya korektif terhadap ketidakberdayaan pasar menjawab masalah ketidakadilan pasar sepenuhnya kepada Pemerintah. Koperasi sebagai suatu gerakan dunia telah membuktikan diri dalam melawan ketidakadilan pasar karena hadirnya ketidaksempurnaan pasar. Bahkan cukup banyak contoh bukti keberhasilan koperasi dalam membangun posisi tawar bersama dalam berbagai konstelasi perundingan, baik dalam tingkatan bisnis mikro hingga tingkatan kesepakatan internasional. 

Oleh karena itu banyak Pemerintah di dunia yang menganggap adanya persamaan tujuan negara dan tujuan koperasi sehingga dapat bekerjasama. Meskipun demikian di negeri kita sejarah pengenalan koperasi didorong oleh keyakinan para Bapak Bangsa untuk mengantar perekonomian Bangsa Indonesia menuju pada suatu kemakmuran dalam kebersamaan dengan semboyan "makmur dalam kebersamaan dan bersama dalam kemakmuran". Kondisi obyektif yang hidup dan pengetahuan masyarakat kita hingga tiga dasawarsa setelah kemerdekaan memang memaksa kita untuk memilih menggunakan cara itu. Persoalan pengembangan koperasi di Indonesia sering dicemooh seolah sedang menegakan benang basah. Pemerintah di negara-negara berkembang memainkan peran ganda dalam pengembangan koperasi dalam fungsi "regulatory" dan "development". Tidak jarang peran ‘”development”  justru tidak mendewasakan koperasi.

Koperasi sejak kelahiranya disadari sebagai suatu upaya untuk menolong diri sendiri secara bersama-sama. Oleh karena itu dasar "self help and cooperation" atau "individualitet dan solidaritet" selalu disebut bersamaan sebagai dasar pendirian koperasi. Sejak akhir abad yang lalu gerakan koperasi dunia kembali memperbaharui tekadnya dengan menyatakan keharusan untuk kembali pada jati diri yang berupa nilai-nilai dan nilai etik serta prinsip-prinsip koperasi, sembari menyatakan diri sebagai badan usaha dengan pengelolaan demoktratis dan pengawasan bersama atas keanggotaan yang terbuka dan sukarela. Menghadapi milenium baru dan globalisasi kembali menegaskan pentingnya nilai etik yang harus dijunjung tinggi berupa: kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian kepada pihak lain (honesty, openness, social responsibility and caring for others) (ICA,1995). Runtuhnya rejim sosialis Blok-Timur dan kemajuan di bagian dunia lainnya seperti Afrika telah menjadikan gerakan koperasi dunia kini praktis sudah menjangkau semua negara di dunia, sehingga telah menyatu secara utuh. Dan kini keyakinan tentang jalan koperasi itu telah menemukan bentuk gerakan global. Koperasi Indonesia memang tidak tumbuh secemerlang sejarah koperasi di Barat dan sebagian lain tidak berhasil ditumbuhkan dengan percepatan yang beriringan dengan kepentingan program pembangunan lainnya oleh Pemerintah. Krisis ekonomi telah meninggalkan pelajaran baru, bahwa ketika Pemerintah tidak berdaya lagi dan tidak memungkinkan untuk mengembangkan intervensi melalui program yang dilewatkan koperasi justru terkuak kekuatan swadaya koperasi. Di bawah arus rasionalisasi subsidi dan independensi perbankan ternyata koperasi mampu menyumbang sepertiga pasar kredit mikro di tanah air yang sangat dibutuhkan masyarakat luas secara produktif dan kompetitif. Bahkan koperasi masih mampu menjangkau pelayanan kepada lebih dari 11 juta nasabah, jauh diatas kemampuan kepiawaian perbankan yang megah sekalipun. Namun demikian karakter koperasi Indonesia yang kecil-kecil dan tidak bersatu dalam suatu sistem koperasi menjadikannya tidak terlihat perannya yang begitu nyata. Lingkungan keterbukaan dan desentralisasi memberi tantangan dan kesempatan baru membangun kekuatan swadaya koperasi yang ada menuju koperasi  yang sehat dan kokoh bersatu. Menyambut pengeseran tatanan ekonomi dunia yang terbuka dan bersaing secara ketat, gerakan koperasi dunia telah menetapkan prinsip dasar untuk membangun tindakan bersama.

Bagi koperasi Indonesia membangun kesejahteraan dalam kebersamaan telah cukup memiliki kekuatan dasar kekuatan gerakan. Daerah otonom harus menjadi basis penyatuan kekuatan koperasi untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan lokal dan arus pengaliran surplus dari bawah. Ada baiknya koperasi Indoensia melihat kembali hasil kongres 1947 untuk melihat basis penguatan koperasi pada tiga pilar kredit, produksi dan konsumsi (Adakah keberanian melakukan restrukturisasi koperasi oleh gerakan koperasi sendiri?)

Dengan mengembalikan koperasi pada fungsinya (sebagai gerakan ekonomi) atas prinsip dan nilai dasarnya, koperasi akan semakin mampu menampilkan wajah yang sesungguhnya menuju keadaan "bersama dalam kesejahteraan" dan "sejahtera dalam kebersamaan”.


Tanggal Kutip : 3 November 2013

Analisis :
Koperasi sejak kelahiranya disadari sebagai suatu upaya untuk menolong diri sendiri secara bersama-sama. Koperasi sebagai suatu gerakan dunia telah membuktikan diri dalam melawan ketidakadilan pasar karena hadirnya ketidak sempurnaan pasar. Oleh karena itu dasar "self help and cooperation" atau "individualitet dan solidaritet" selalu disebut bersamaan sebagai dasar pendirian koperasi.
Di bawah arus rasionalisasi subsidi dan independensi perbankan, koperasi mampu menyumbang sepertiga pasar kredit mikro di tanah air yang sangat dibutuhkan masyarakat luas secara produktif dan kompetitif. Bahkan koperasi masih mampu menjangkau pelayanan kepada lebih dari 11 juta nasabah, jauh diatas kemampuan kepiawaian perbankan yang megah sekalipun.

Namun demikian karakter koperasi Indonesia yang kecil-kecil dan tidak bersatu dalam suatu sistem koperasi menjadikannya tidak terlihat perannya yang begitu nyata. . Lingkungan keterbukaan dan desentralisasi memberi tantangan dan kesempatan baru membangun kekuatan swadaya koperasi yang ada menuju koperasi  yang sehat dan kokoh bersatu. Dengan mengembalikan koperasi pada fungsinya (sebagai gerakan ekonomi) atas prinsip dan nilai dasarnya, koperasi akan semakin mampu menampilkan wajah yang sesungguhnya menuju keadaan "bersama dalam kesejahteraan" dan "sejahtera dalam kebersamaan”.

Sumber http://winasr.blogspot.com/2012/10/tulisan-tentang-ekonomi-4_19.html)
 

OJK: Utang Luar Negeri RI Turun karena Rupiah Melemah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) RI akhir kuartal III-2015 mencapai 302,4 miliar dollar AS, turun 2,1 miliar dollar AS dibandingkan capaian pada kuartal II-2015 yang tercatat sebesar Rp 304,5 miliar dollar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diyakini membuat perusahaan tidak mau berutang sehingga berkontribusi terhadap menurunnya ULN.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan bahwa bahwa ULN menunjukkan tren penurunan sejalan dengan dinamika pergerakan kurs rupiah.

Berdasarkan catatan BI, nilai tukar rupiah secara rata-rata melemah 5,35 persen per kuartal ke level Rp 13.873 per dollar AS pada kuartal III.

"Tren ULN kuartal III ini menurun. Alasannya karena dinamika pergerakan kurs rupiah yang dihadapi mendorong perusahaan tidak menambah utang luar negeri," kata Muliaman di Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Menurut Muliaman, perkembangan ULN tersebut pun ditandai dengan peningkatan indeks tendensi bisnis dan indeks keyakinan bisnis.

Kedua kondisi tersebut dipandangnya menunjukkan bahwa pengusaha masih sangat optimistis menjalankan bisnisnya di Indonesia pada tahun 2016 mendatang.

Analisis: agar bisnis di Indonesia makin maju di usahakan agar perusahaan di Indonesia tidak banyak berutang kepada perusahaan luar negeri.


Rabu, 18 November 2015

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2



Buatlah kerangka karangan sesuai contoh kasus yang anda pilih !

Kerangka Karangan
            Kerangka karangan/outline merupakan langkah terakhir pada tahap prapenulisan, yaitu pengorganisasian karangan. Menyusun kerangka berarti memecahkan topik ke dalam subtopik dan mungkin selanjutnya sub-sub topik.

Contoh kasus :          
            Sakai - Di suatu kuil kuno di Sakai Jepang ada taman yang indah. Yang menjadi luar biasa adalah bentuk taman itu tidak berubah hingga kini sejak 250 tahun lalu.
            Rabu (6/11/2013) siang itu para jurnalis Sakai Asean Week 2013 menuju ke Kuil Takakuraji di Kota Sakai, Jepang. Tujuannya, menyaksikan kesenian Noh, opera klasik Jepang yang mulai dimainkan pada 650 tahun lalu alias sejak abad ke-14 namun tetap bertahan hingga kini.
            Kami disambut oleh master opera klasik Jepang Noh, Kozo Nagayama (40). Kozo langsung mempersilakan kami untuk melepaskan alas kaki dan memberitahu bahwa di belakang kuil ini ada taman yang bentuknya tidak berubah sejak didesain pada 250 tahun lalu.
            Kozo memberitahukan bahwa taman ini didesain oleh arsitektur pertamanan Jepang, Kobori Enshu. Taman itu cantik dipenuhi tanaman perdu, beberapa tanaman pohon keras, dan yang paling belakang adalah hutan bambu.
            Ada batu pijak (stepping stone) yang ditempatkan di tengah-tengah taman itu supaya tanaman semacam rumput yang menggerumbul di bawahnya tidak diinjak-injak. Batu-batu besar seperti batu kali teronggok di beberapa sudut mempercantik taman itu.
            Kuil Takakuraji sendiri merupakan salah satu kuil tertua di Jepang yang didirikan oleh pendeta Buddha terkenal kelahiran Sakai, Gyoki pada tahun 705. Namun kuil ini sempat terbakar dan dibangun kembali pada awal abad ke-17.

Kerangka karangan sesuai contoh kasus :

1.        Keindahan Taman
            1.1 Taman Berusia Ratusan Tahun
            1.2 Bentuk Taman
2.       Kesenian Dan Kebudayaan
                        2.1 Seni Opera Klasik Jepang
            2.2 Kesenian Noh
3.       Seni Arsitektur
                         3.1 Arsitektur Taman
                         3.2 Arsitektur Kuil
4.       Sejarah
            4.1 Sejarah Kuil
            4.2 Peristiwa Kebakaran

Kamis, 29 Oktober 2015

BCA SUDAH HAPUS KREDIT MACET RP. 650 MILIAR

JAKARTA - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk (BBCA) mencatat telah menghapus kredit macet atau write of loan sebesar Rp560 miliar hingga akhir September 2015.
Director Managing PT BCA (BBCA) Rudy Susanto mengatakan, penghapusan kredit BCA selama sembilan bulan pertama di 2015 dilakukan atas beberapa jenis kredit yang disalurkan BCA.
"Penghapusan kredit Rp560 miliar selama sembilan bulan," kata Rudy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Rudy menyebutkan, dari total Rp560 miliar sebagian besar consumer loan. Untuk kredit kendaraan bermotor (KKB), motor nilainya Rp514 miliar, mobil Rp106 miliar, kartu kredit Rp209 miliar.
"Ini rutin tiap tahun kami lakukan. SMI Rp30 miliar. Profisioning (pencadangan kredit) Rp1,5 triliun," tukasnya.
BCA berhasil mencetak laba bersih Rp13,4 triliun atau meningkat 9,6 persen pada kuartal III-2015 dari Rp12,2 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Analisis saya, usaha yang dilakukan sangat baik untuk laba bersih supaya meningkat dan tetap stabil setiap tahunnya.
http://economy.okezone.com/read/2015/10/28/278/1239675/bca-sudah-hapus-kredit-macet-rp560-miliar

LABA BERSIH ASTRA ANJLOK 17%

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,997 triliun pada kuartal III-2015. Angka ini mengalami penurunan 17 persen bila dibandingkan dengan posisi akhir 2014 yang mencapai Rp14,499 triliun.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, penurunan laba bersih konsolidasikan turun akibat penurunan konsumsi domestik, persaingan di pasar mobil, pelemahan harga komoditas dan penurunan kualitas kredit korporasi dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
"Sehingga kontribusi dari seluruh segmen bisnis menurun kecuali alat berat dan pertambangan," ujarnya dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Penurunan laba bersih diikuti dengan pendapatan bersih konsolidasikan perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp138,177 triliun atau menurun delapan persen bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014 yang mencapai Rp150,582 triliun. "Terutama disebabkan oleh penurunan di segmen otomotif, alat berat dan pertambangan, serta agribisnis," lanjut dia.
Laba bersih per saham perseroan pun turut mengalami penurunan menjadi Rp296 per saham atau turun 17 persen bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014 mencapai Rp358. Akan tetapi, nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp2,478 triliun atau meningkat lima persen dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014 yang tercatat Rp2,359 triliun.
Sedangkan posisi utang bersih secara keseluruhan, di luar anak perusahaan jasa keuangan, menurun menjadi Rp283 miliar bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014 yang mencapai Rp3,3 triliun. "Karena penerimaan modal kerja yang kuat," imbuh dia.
Sedangkan anak perusahaan Grup di segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,5 triliun, dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014 sebesar Rp45,9 triliun.

Analisis saya, konsumsi dosmetik perusahaan, persaingan di pasar mobil harus segera dikejar lagi, supaya bisa mengimbangi laba bersihnya, buatlah rencana-rencana persaingan lebih kuat lagi kepada pasar lain, agar laba bersihnya pun tetap stabil seperti tahun-tahun sebelumnya.
http://economy.okezone.com/read/2015/10/29/278/1240376/laba-bersih-astra-anjlok-17

INDONESIA INCAR INVESTASI DARI SILICON VALLEY

SILICON VALLEY – Presiden Joko Widodo hari Senin, 26 Oktober memutuskan untuk membatalkan kunjungannya yang dijadwalkan tiba pada hari Rabu, 28 Oktober ke jantung teknologi dunia Silicon Valley, Amerika, karena ingin mengurus krisis kebakaran hutan di tanah air.
Meski tidak jadi mampir, Presiden Jokowi tetap mengirim delegasi guna menawarkan kesempatan investasi yang bisa mencapai nilai jutaan dolar kepada para pemain teknologi informasi kelas dunia di sana.
Kesempatan semacam ini sangat penting, seperti dibuktikan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang melakukan kunjungan serupa bulan lalu.
Ada apa di Silicon Valley?
Silicon Valley adalah tempat kelahiran dan markas besar banyak perusahaan teknologi global. Sebut saja di antaranya Google, Facebook, Apple, Intel, Hewlett-Packard, Yahoo, eBay hingga perusahaan startup yang telah sukses seperti Uber, Airbnb dan Square.
Silicon Valley adalah julukan untuk bagian selatan kawasan Teluk San Francisco di negara bagian California. Mencakup luas sekira 4.800 kilometer persegi, Silicon Valley memiliki populasi penduduk hampir tiga juta orang dan sekitar 30 persennya keturunan Asia.
Seperti Roma yang tidak dibangun dalam sehari, sejarah perkembangan kawasan teknologi canggih ini juga cukup panjang. Universitas Stanford berperan besar dalam lahirnya daerah industri ini dengan merintis banyak riset dan bakat baru.
Pada tahun 1940an dan 1950an, salah satu profesor teknik Stanford yaitu Frederick Terman mendorong lulusan kampus itu untuk membangun perusahaan sendiri, termasuk Hewlett-Packard, sehingga Silicon Valley mulai tumbuh di sekitar kampus Stanford.
Nama Silicon Valley pertama kali digunakan dalam penerbitan pada awal Januari 1971 oleh mingguan Electronic News dalam serangkaian artikel berjudul “Silicon Valley in the USA.”
Istilah itu mulai luas digunakan pada awal 1980an, berbarengan masuknya komputer milik IBM dan beragam produk piranti keras dan lunak ke pasar. Nama Silicon mengacu pada menjamurnya produsen semikonduktor, yang dibuat dari bahan silikon.
Menurut laporan Silicon Valley Index tahun 2015, pertumbuhan lapangan kerja setahun ini di sana adalah 4,1 persen, yang tertinggi sejak tahun 2000. Pertumbuhan ini merata di seluruh sektor utama, yaitu sektor infrastruktur dan layanan masyarakat, sektor inovasi dan produk informasi, serta sektor infrastruktur dan layanan bisnis.
Menurut indeks tahunan itu, yang telah merilis statistik Silicon Valley sejak tahun 1995, jumlah pendaftaran paten terus meningkat. Tahun 2013, angkanya mencapai 16.975 dan mayoritas untuk penemuan di bidang komputer, pemrosesan data dan penyimpanan informasi.
Total investasi modal ventura (modal untuk perusahaan startup) di Silicon Valley meroket ke 7,4 miliar dolar hanya dalam kuartal pertama 2014. Itu merupakan yang terbesar dalam kuartal manapun sejak tahun 2000. Angka ini, menurut indeks tersebut, mewakili 43 persen dari investasi modal ventura di seluruh Amerika dan lebih dari separuhnya adalah modal untuk pengembangan piranti lunak.
Silicon Valley adalah magnet bagi bisnis baru di era digital saat ini. Jadi jelas banyak pemimpin dunia ingin merangkul investor di sana.

Analisis saya, kalau Indonesia mendapatkan investasi dari Silicon Valley akan sangat bermanfaat bagi Negara kita sendiri, dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.
http://economy.okezone.com/read/2015/10/29/20/1239975/indonesia-incar-investasi-dari-silicon-valley

PASAR SAHAM INDONESIA DI YAKINI MASIH TERUS MELEMAH

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepertinya akan terus melanjutkan tren pelemahan. IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.445-4.465 dan resisten 4.585-4.607.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan secara tren memang saat ini IHSG cenderung masih memiliki potensi pelemahan. Terlebih jika aksi ambil untuk dari pelaku pasar kembali marak terjadi. Kendati begitu Reza meyakini masih ada hal yang bisa menjadi topangan jatuhnya IHSG.

"Jika kondisi dari bursa saham Amerika Serikat (AS) dapat lebih baik dan pergerakan dari nilai tukar Rupiah dapat lebih baik maka diharapkan dapat mengurangi potensi pelemahan tersebut," kata Reza dalam risetnya, Jumat (30/10/2015).

Reza meyakini, untuk pergerakan mata uang Garuda masih memiliki potensi berlanjutnya tren penguatan. Namun dirinya ragu terkait nasib laju bursa saham AS. Dia memandang laju bursa saham AS akan bergerak variatif dan cenderung melemah. Terutama jika diasumsikan angka GDP dan klaim pengangguran AS tidak memberikan sentimen yang positif.
"Di sisi lain, respons yang berbeda atas hasil FOMC di mana sebagian pelaku pasar ada yang menganggap The Fed pasti akan menaikan suku bunganya di Desember dapat berimbas negatif pada laju IHSG," pungkasnya.

Menurut saya, pelaku pasar yang marak terjadi di cegah terlebih dahulu. agar IHSG tidak jatuh karena hal tersebut, suku bunga yang akan dinaikkan bulan desember seharusnya jangan dinaikkan terlebih dahulu, agar IHSG tetap stabil.
http://economy.okezone.com/read/2015/10/30/278/1240605/pasar-saham-indonesia-diyakini-masih-terus-melemah